![]() |
| Foto/ Istimewa: Sekretaris Umum MD KAHMI Kubu Raya Menyampaikan Sambutan. |
LINGKAR KHIDMAH.COM - KUBU RAYA –
Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kubu Raya
bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk
dan Keluarga Berencana (P3KB) Kubu Raya menggelar Seminar Parenting bertajuk
“Gerakan Ayah Teladan Indonesia dan Ketahanan Keluarga”, Jumat (4/9/2026).
Sekretaris Umum MD KAHMI Kubu
Raya, Sholeh, mengatakan keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi
seorang anak. Karena itu, peran ayah dalam keluarga tidak semestinya hanya
dipandang sebagai pihak yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan ekonomi.
“Kita tahu bahwa keluarga (orang
tua) adalah sekolah pertama bagi anak. Serta peran ayah bukan hanya sekadar
pencari nafkah, tapi juga guru pertama, pelindung, dan teladan bagi
anak-anaknya,” ucap Sholeh.
Menurutnya, perkembangan teknologi
dan kehidupan yang semakin digital turut menghadirkan tantangan baru dalam
proses pengasuhan anak. Kondisi tersebut membuat kehadiran ayah secara fisik
maupun emosional semakin dibutuhkan oleh anak.
“Di era yang serba digital ini,
tantangan pengasuhan anak menjadi semakin kompleks. Anak-anak sangat butuh
kehadiran seorang ayah secara dohir wal bathin, baik menjadi pendengar, menjadi
contoh, tingkah laku, akhlak dan tanggung jawab,” ucapnya.
Sholeh menjelaskan, melalui
seminar parenting tersebut, KAHMI ingin mengajak para ayah untuk meningkatkan
kualitas kehadiran mereka di tengah keluarga. Kehadiran tersebut bukan hanya
sebatas berada di rumah, tetapi juga hadir dalam perhatian, waktu dan kasih
sayang terhadap anak.
“Selanjutnya, melalui seminar
parenting Gerakan Ayah Teladan Indonesia untuk Ketahanan Keluarga ini kita
ingin mengajak para ayah untuk hadir lebih utuh: hadir fisiknya, hadir hatinya,
hadir waktunya,” jelasnya.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut
bukan dimaksudkan sebagai ruang untuk menggurui para orang tua. Sebaliknya,
seminar menjadi wadah untuk saling belajar dan berbagi pengalaman mengenai pola
pengasuhan serta bagaimana membangun keluarga yang lebih kuat.
“Lebih dari itu, kegiatan seminar
ini kita laksanakan bukan untuk menggurui, tetapi untuk belajar bersama.
Bagaimana peran ayah bisa memperkuat pondasi keluarga, mencegah kenakalan
remaja, dan menumbuhkan generasi yang berkarakter baik,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut
dapat memberikan pemahaman baru kepada para peserta mengenai pentingnya
keterlibatan ayah dalam kehidupan anak. Menurutnya, ketahanan keluarga tidak
hanya dibangun melalui pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga melalui komunikasi,
keteladanan, perhatian dan tanggung jawab bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Sholeh
juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung
terlaksananya seminar parenting tersebut, khususnya para narasumber yang turut
memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada peserta.
“Saya mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang sudah mendukung acara ini. Khususnya kepada para
narasumber yang akan berbagi ilmu dan pengalaman,” ungkapnya.

Posting Komentar
Posting Komentar